Tampilkan postingan dengan label Cerita Caca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Caca. Tampilkan semua postingan

10 - Tak Terkalahkan

Rabu, 19 Juni 2013

Kamis, 8 September 2016

“Kamu dah lihat Caca belum?” “Caca sekarang berjilbab!” “Caca pake jilbab!” “Woi sekarang Caca berjilbab!”

Berita itu menyebar cepat sekali. Aku sedang membayar uang wisuda waktu berita itu sampai di telingaku. Sulit dipercaya! Perempuan tercantik di kampus yang selama ini tak pernah berjilbab sekarang mulai mengenakan jilbab! WOW!

9 - Motivasi Untuk Menang

Selasa, 18 Juni 2013

Caca tidak bisa berhenti memikirkan strateginya yang senjata makan tuan tadi siang. Ia masih terlalu frustasi untuk bergabung dengan Febi dan Sarah yang sedang ngobrol di ruang tengah sore itu. Ia hanya berbaring di atas tempat tidur sambil diam-diam mendengarkan obrolan mereka dari balik dinding kamarnya.

8 - Jeda Singkat

Minggu, 16 Juni 2013



Terima kasih sudah membaca sejauh ini tapi menatap layar sedemikian lama bisa berbahaya bagi matamu. Karena itu ambillah segelas air dan istirahatlah sebentar. Kalau kamu lebih suka membaca novel cetak Cerita Caca, silakan hubungi teman-temanku.
  • Vivi  0821 2375 8360  (Medan)
  • Iin  0823 39344095  (Mataram)

Tapi jangan cari Cerita Caca di toko buku! Aku tidak bekerja sama dengan siapapun untuk menjual novel dan tulisanku. Jadi, pesan di sini atau silakan ...

Lanjut ke Bagian 9 - Motivasi untuk Menang

7 - Senjata Makan Tuan

Jumat, 14 Juni 2013

Rabu, 7 September 2016

Matahari Rabu itu belum naik segalah tapi halaman auditorium kampus sudah terlihat ramai sekali. Caca tidak menyangka jumlah pengunjung Book Fair akan seramai itu.

Puluhan stand buku tersusun rapi membentuk lingkaran konsentris. Sebuah panggung tampak sudah siap di dekatnya untuk acara yang mungkin baru akan dimulai nanti siang. Caca masih tidak percaya kalau ia menerima ajakan Bila dan pergi kesana bersama perempuan berjilbab besar itu.

6 - Sang Kakak

Kamis, 13 Juni 2013

“Mana bisa dapat jodoh kalau cuma ditunggu!” seru Sarah tanpa peduli jika ada yang tersinggung mendengar kata-katanya.

“Pssttt...” Caca mengingat Sarah untuk mengecilkan suaranya. “Nanti Kak Bila dengar kak.”

5 - Dalam Pencarian

Di bawah bulan purnama pada malam yang sama, beberapa anak bersarung dan berlobe terlihat kejar-kejaran di halaman rumah tempat Farhan tinggal. Padahal mereka sudah mengantuk sekali waktu mengaji tadi tapi begitu selesai shalat Isya berjamaah tiba-tiba mata mereka terang kembali.

4 - Tunggu Saja

Wangi kemiri dan lidah buaya mengharumkan seluruh sudut kamar Caca. Sambil mengeringkan rambutnya yang baru dikeramas, Caca mengingat-ingat pertemuan pertamanya dengan Farhan di kampus tadi. Dia tertawa sendiri mengingat bagaimana raut wajah Farhan saat ia mengedipkan mata.

3 - Muslihat Cantik

Laki-laki itu ingin menahan Caca tapi ia sadar tak boleh memegang tangan perempuan itu. “Tunggu!”

2 - Yang Bikin Penasaran

Di tengah ruang perpustakaan yang luas dan besar, seorang laki-laki tampak sedang tenggelam dalam buku bacaannya. Ia benar-benar tidak bergerak kecuali untuk sedikit mengangguk dan membalik halaman bukunya. Siapapun yang melihatnya pasti mengira buku itu sangat seru.

1 - Yang Tercantik

Senin, 5 September 2016

Kantin kampus selalu ramai seperti biasa. Suara denting sendok dan garpu di atas piring terdengar bersamaan dengan puluhan obrolan mahasiswa dan dosen yang sedang duduk makan siang bersama teman mereka masing-masing di sana.

Prolog - Cerita Caca


Pagi ini, halaman biro rektor terlihat asri sekali. Suara kicauan burung yang bertengger di pohon-pohonnya juga terdengar begitu merdu. Saat berjalan melintasinya, tercium olehku aroma segar rumput yang basah oleh embun. Benar kata temanku, segalanya terasa lebih indah bagi yang sudah mengerjakan skripsi dan lulus sidang munaqasyah.