Kesalahan Umum Penulis Blog Baru

Kamis, 29 September 2016

Sudah lama saya berniat untuk kembali aktif menerbitkan tulisan di blog pribadi saya ini. Setiap kalinya saya berniat untuk setidaknya menerbitkan sebuah tulisan setiap minggunya. Tapi ada saja yang membuat saya gagal melakukannya. Beberapa hari yang lalu saya coba memeriksa diri saya sendiri, coba menemukan penyebab kegagalan saya konsisten menulis satu tahun terakhir. Dan saya menemukannya.
Diantara penyebab kegagalan saya adalah:

MERASA SUDAH JADI PENULIS

Setelah novel pertama saya terbit, saya merasa sudah layak disebut penulis dan itu membuat saya merasa tidak begitu perlu untuk menerbitkan tulisan baru di blog. Padahal itu adalah salah sama sekali. Dengan pola pikir seperti itu jelas saya tidak akan menulis apapun di masa mendatang dan jika sudah begitu jelas saya tidak dapat lagi dikatakan seorang penulis.

Hari ini saya menemukan sebuah kesadaran baru bahwa selama saya tidak akan pernah menjadi penulis, jika saya tidak melazimkan diri menulis sebuah tulisan baru setiap hari.

MERASA TULISAN SAYA SUDAH BAGUS

Di awal tahun saya sempat membaca ulang tulisan-tulisan saya yang sudah lama terbit. Waktu itu saya menemukan banyak kekurangan. Maklum, hampir semua tulisan yang saya terbitkan di blog adalah merupakan draft pertama tanpa edit. Setelah memperbaiki kekurangan itu, tulisan saya jadi lebih jelas dan lebih rapi. Itu bagus tapi ada dampak buruknya.

Dampak buruknya: Saya merasa semua tulisan di blog saya sudah bagus. Itu buruk karena itu membuat saya takut mengotori blog saya dengan tulisan yang tidak begitu bagus. Kamu pernah mengepel lantai rumahmu kemudian takut mengotorinya dengan kakimu sendiri? Kira-kira begitulah perasaan yang kurasakan terhadap blog ini waktu itu.

Blog saya memang selamanya rapi tapi tanpa adanya tulisan baru apa gunanya?

Sekarang saya mendapat pelajaran, tidak apa kotor sedikit asal kita mau membersihkannya nanti. Aku harap kamu maklum kalau tulisa-tulisan terbaruku tidak sebagus tulisan-tulisan lamaku. Tapi tenang saja, saat aku memeriksa tulisan ini untuk kedua kalinya nanti, aku akan pastikan kalau tulisan ini tidak kalah bagusnya dengan tulisan yang sudah-sudah.

Sejauh ini cuma dua itu sih… Pernahkah kamu mengalami kemandegan sepertiku juga? Bagaimana kamu mengatasinya? Share di komentar ya!
Bagikan via:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Followers