Cara Menjadi Penulis Kreatif

Rabu, 14 Oktober 2015

Aku ingin menjadi penulis kreatif handal

Senang sekali rasanya waktu ada yang bilang, “Bib kamu kan jurusan matematika kok bisa bikin tulisan sebanyak ini sih?” Aku cuma hehe-hehe aja kalau ditanya begitu (baca: cengengesan). Tidak ada yang spesial sebenarnya. Aku cuma menuliskan apa yang ada dalam pikiranku dengan gaya bahasaku sendiri, setiap hari. Itu saja. Siapapun bisa melakukannya.

Banyak juga orang yang bertanya padaku tentang rahasia membuat postingan blog yang menarik. Maka aku katakan padanya, rahasianya ada pada dragon scroll (gulungan naga) yang ada pada film Kung Fu Panda pertama. Kalau kalian sudah menontonnya kalian pasti tahu apa yang kumaksud.
There is no secret dude, Just be your self.

Kalaupun ada suatu cara terbaik untuk membuat tulisan, cara itu bukanlah dengan menambahkan semacam kata-kata rahasia tertentu yang menarik minat pembaca tapi bagaimana agar kamu bisa ...


KONSISTEN NGE-BLOG
Satu-satunya bagian terberat dari blogging adalah bahwa kamu harus konsisten. Ya, konsisten atau istiqamah adalah ruh terpenting dalam sebuah blog. Kamu harus bisa meyakinkan dirimu untuk menulis satu atau dua tulisan untuk diterbitkan setiap harinya.


Tapi bang, masalahnya kami tidak punya ide.
Ya, aku memang tidak menyuruhmu mencari ide. Aku hanya menyuruhmu menulis. Siapa yang bilang menulis itu butuh ide? Kaget? Teruskan membaca.


Masalah yang paling sering terjadi pada penulis pemula adalah kebuntuan ide. Sebenarnya tidak hanya pemula sih, siapapun pernah merasakan kebuntuan ide. Kebuntuan itulah membuat kalian terus mencari cara untuk menulis lebih baik. Kalian mulai berguru pada ahlinya dan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan kepenulisan. Tapi kalian malah mendapati otak kalian semakin buntu. Kalau begitu solusinya jelas ...


BERHENTILAH MENGIKUTI PELATIHAN KEPENULISAN
Tidak perlu bingung. Tadi kalian sendiri yang bilang bahwa otak kalian semakin buntu setelah ikut pelatihan kepenulisan. Kalau begitu ya hentikan. 

Mungkin kalian tidak percaya. Beberapa pelatihan kepenulisan mengatakan bahwa kalian harus punya struktur tulisan dan konsep ide yang baik sebelum menulis. Pelatihan kepenulisan itu juga berkata bahwa tulisan kalian harus dibuat senyaman mungkin, seindah mungkin, selucu mungkin, dan semenarik mungkin untuk bisa dinikmati pembaca kalian. Namun, pada akhirnya kalian hanya akan mendapati sebuah lembar kosong tanpa satu huruf pun. Ya, kalian buntu!

Biar kuberitahu kalian bahwa pelatihan semacam itu hanya akan memberitahu kalian betapa sulitnya untuk menjadi penulis yang handal. Kalian tidak membutuhkannya. Kalian tidak akan membuat satu tulisan pun jika kalian berharap untuk membuat tulisan yang sempurna. Tulisan yang sempurna sesungguhnya adalah tulisan yang tidak sempurna, nah lho! Iya, karena itulah aku menyuruhmu untuk ...


MENULIS SEPERTI BICARA
Menulis itu sama mudahnya dengan bicara. Tidak seorang pun dari kita yang susah payah memikirkan apa yang nanti akan ia katakan saat bertemu temannya di kampus. Kata-kata itu muncul begitu saja seiring kalian mulai berjalan keluar rumah.

Suatu pagi kalian berangkat ke kampus dan bertemu bang Habib. Awalnya kalian malu-malu tapi memutuskan untuk menyapa juga, “Abang bang Habib yang menulis blog itu kan?” lantas si abang pun menjawab, “Eh, adek pengunjung yang paling rajin komentar itu kan?” kemudian diskusi pun mengalir.

Begitulah kita memulai suatu percakapan. Tidak seorang pun yang mengira kemana arah diskusi ini akan berkembang. Mungkin awalnya kita bicara soal blog, kamu bilang blogku bagus, aku bilang komentarmu bagus, lalu kamu mulai bertanya sekolahku dulu, aku pun cerita tentang sejarah sekolahku yang berpindah-pindah, kemudian diskusi itu terus berkembang. Bisa tidak kalian bayangkan diskusi macam apa yang akan terjadi jika tidak ada yang memulai kalimat pertama? Tidak ada sama sekali.

Begitu juga dengan tulisan. Kalian harus memulai kalimat pertama. Dengan kalimat pertama itu nantinya kalian akan pedekate dengan ide-ide yang lebih berkembang. Untuk kita ketahui bersama, bahwa tulisan yang sedang kalian baca ini juga dimulai dari sebuah lembar microsoft word putih, bersih, kosong dan bebas ide sama sekali. Tapi sebagaimana kita berbicara, kata-kata itu akan muncul dengan sendirinya.

Jadi, tidak perlu khawatir. Tulis saja kalimat pertamamu.

Semoga bermanfaat dan selamat menulis.

NB: Bagi yang belum juga mulai nulis dan masih aja suka nanya "Apa yang harus saya tulis?" nih baca Bagaimana Mulai Menulis Kalimat Pertama.
Bagikan via:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Followers