Pelajaran Hidup dari Mereka yang Sudah Menyesal

Sabtu, 27 Desember 2014

terlambat berubah aku menyesal tidak melakukan perbuatan baik dulu

Biasanya kita baru akan menyadari suatu kesalahan saat akibat buruknya sudah datang dan menimpa diri.

Seorang siswa baru akan menyesali waktu yang ia sia-siakan selama tiga tahun saat ujian masuk perguruan tinggi tiba. Seorang mahasiswa baru akan menyesal tidak pernah masuk organisasi saat tahu betapa pentingnya keterampilan berorganisasi di dunia kerja. Seorang yang sudah tua juga pasti menyesali masa muda yang sering ia sia-siakan dengan berfoya-foya dan bersantai dulu.


Jika saja mungkin, orang-orang yang menyesal ini pasti meminta agar waktu dapat kembali. Sayangnya, telapak tangan waktu terlalu sulit untuk dibalik. Nah, pertanyaannya mungkinkah penyesalan datang saat masih ada waktu untuk mengubah semuanya?


WHAT I WISH I KNEW WHEN I WAS TWENTY
Ada begitu banyak orang tua yang hari ini menyesali masa mudanya. Tidak hanya mereka yang tidak sukses, orang-orang yang sukses pun menyesali mengapa dulu mereka tidak menyadari kunci penting kesuksesan lebih cepat lagi. Mereka ingin sekali terbang ke masa lalu, menjitak kepala mereka sendiri, dan menyuruh mereka melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Tapi tak ada satu mesin waktu pun yang akan mengantarkan mereka ke masa muda mereka.

Satu-satunya yang mungkin mereka jitak adalah kita, anak muda yang hari ini masih hidup bersama mereka. Mereka telah merasakan pahitnya penyesalan dan mereka tak ingin kita merasakannya juga. Itu sebabnya mereka suka berceramah ini dan itu.

Beberapa dari mereka menulis buku yang kira-kira memiliki arti, “Hal-hal yang kuharap aku tahu ketika aku masih muda.” Buku seperti itu sangat mudah kamu jumpai di toko buku di luar negeri.

Dalam buku itu, orang-orang yang menyesal berusaha memperingatkan kita yang masih punya kesempatan untuk menyadari apa yang dulu tidak mereka sadari. Diantara hal-hal itu adalah:
  • Perbedaan harta dan kekayaan
  • Cara membedakan makanan yang benar-benar sehat dan yang merusak
  • Pentingnya ilmu dan pengalaman
  • Betapa pentingnya cermin ukuran penuh di dalam rumah
  • Betapa cepatnya waktu berjalan
  • Betapa besar pengaruh mengabaikan kata hati kecil
  • Kriteria laki-laki idaman semua wanita
  • Dan masih banyak lagi
Kamu boleh saja menganggap nasehat yang mereka tulis dalam buku itu sebagai angin lalu jika kamu ingin menulis daftar penyesalan seperti mereka waktu tua nanti. Kamu juga boleh berusaha memperbaiki diri dengan membaca buku mereka jika kamu ingin jadi orang-orang yang menyesal sebelum terlambat. Semua itu pilihanmu.


WHAT I WISH I KNEW WHEN I WAS ALIVE
Disini aku juga mengingatkan kita untuk juga membaca buku “Hal-hal yang kuharap aku tahu ketika aku masih hidup” jika ada seorang mayat pendosa yang berhasil menulis dan menerbitkannya. Jangan lupa juga untuk membaca pesan-pesan agama jika tak seorang pendosa pun bangkit untuk memberitahu kita pengalamannya. Siapa yang mau abadi dalam penyesalan setelah kematian nanti?

Dengan menyesali semuanya sebelum kita tua dan mati, kita tak akan pernah benar-benar menyesal seperti apa yang dirasakan para penulis buku itu. Dengan menyadari dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan kita akan menjadi manusia paling sukses di dunia dan di akhirat.


Selagi belum terlambat!
Bagikan via:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Followers