Ketika Pers Dibungkam Fiksi Berbicara!

Kamis, 03 April 2014

 acara cerita fiksi di televisi dan bioskop membuat saya geram dan kesal

Kalian pernah nonton Body of Lies? Itu adalah sebuah film yang menceritakan tentang usaha Amerika menghentikan seseorang yang mereka anggap teroris (dalam film itu tentu saja si tokoh teroris memang terlihat seperti teroris sungguhan). Aku geram sekali melihat film itu karena tokoh yang dijadikannya teroris adalah seorang Muslim bernama Al-Salim (sebuah anagram dari kata Islam).


Aku geram sekali karena lewat film itu mereka benar-benar berhasil menanamkan pesan ke alam bawah sadar penontonnya bahwa Islam memang teroris, bahwa Amerika memang punya senjata dan teknologi yang sangat canggih, bahwa siapapun seharusnya takut jika berurusan dengan Amerika. Sekalipun penonton sadar bahwa semua itu cuma karangan mereka tapi mereka akan tetap percaya secara bawah sadar. Itulah hal yang sangat kusayangkan.


Tapi bagaimanapun sebuah film hanyalah sebuah film. Mereka fiksi dan tidak nyata. Aku tidak bisa menuntut mereka apapun caranya. Kalaupun aku mau bilang, “HEI, HENTIKAN SEMUA KEBOHONGAN INI! ISLAM TIDAK SEPERTI YANG KAU GAMBARKAN DALAM FILM-MU ITU.” Mereka dapat dengan tenang menjawab, “Kenapa marah-marah begitu bung? Ini kan cuma fiksi, siapapun juga tahu kalau ini cuma cerita karangan.” Dan aku juga sadar sesadar-sadarnya, KAU TIDAK BISA MENUNTUT SEBUAH CERITA FIKSI!


Tapi itu memberiku ide.. Kalau cerita fiksi memang sebegitu hebatnya dalam menanamkan pesan-pesan ke benak masyarakat, mengapa aku tidak ikut menggunakannya juga? Bukankah itu ide yang sangat hebat? Kalau cerita fiksi sanggup membuat yang jelek terlihat baik, tentu saja fiksi juga mampu membuat yang baik terlihat lebih bersinar.

Tapi kira-kira darimana aku harus mulai? Aku belum punya para kru untuk membuat film-film dengan propaganda sehebat Deviance, Body of Lies dan Disney Princess. Tapi setidaknya aku bisa membuat cerpen. Ya! Kalau begitu aku harus menjadi penulis cerpen!


Maka aku mulai menulis dan memposting tulisanku. Dan WOW!!! Luarbiasa, sekarang ia menarik 10.000 pembaca tiap harinya. Alhamdulillah. Kini aku bisa menyaingi para Disney itu dalam mengedukasi masyarakat. Kini aku bisa menetralisir pesan negatif yang mereka dapat di film-film propaganda itu. Senjata makan tuan!

Fiksi yang tadinya mereka gunakan untuk menyerang umat Islam sekarang kubalikkan untuk menyerang mereka sendiri. Dan tentu saja kekebalan fiksi ini juga berlaku padaku. Fiksiku tidak seperti berita di media cetak yang bisa mereka tuntut nilai kebenarannya. Seperti juga mereka yang bebas membuat film sesuka mereka, aku juga bebas membuat cerita setinggi khayalku.

Bagaimanapun cerita yang kubuat hanyalah fiksi. Tapi fiksi yang telah dibumbui pesan-pesan kebaikan tentunya. Aku yakin sekarang para Yahudi itu sedang geram luarbiasa dengan penyebaran cerita fiksiku yang sangat cepat. Mereka merasakan geram yang kurasakan ketika nonton film-film propaganda mereka. Sekarang skornya 1-1 sama.


Bagaimana pun fiksiku tetaplah hanya sebuah fiksi. Kalau ada yang bisa kalian ambil dari cerita itu silakan diambil, kalau tak ada anggap saja sebuah hiburan. Semoga kita semua mampu tetap berpikir positif dan mengambil hikmah dari semua yang datang. :)

Bagi yang penasaran silakan baca cerita fiksi fenomenalku di "Cara Mudah Bikin Perempuan Melepas Semuanya Semaumu"
Bagikan via:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Followers